RSUD Tanjung Redeb Dikebut Beroperasi Tahun Ini, Pemkab Berau Kolaborasi Provinsi Pusat untuk Percepat Layanan Kesehatan
Wakil Bupati Berau, Gamalis.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Harapan masyarakat Kabupaten Berau untuk
memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat dan dekat kini mulai mengarah
pada titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menargetkan RSUD Tanjung
Redeb dapat segera beroperasi tahun ini, seiring percepatan penyelesaian
berbagai tahapan regulasi dan penguatan kolaborasi lintas pemerintahan.
Wakil Bupati Berau,
Gamalis, menegaskan bahwa pengoperasian rumah sakit baru tersebut bukan sekadar
persoalan pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kelengkapan
administrasi, perizinan, serta kesiapan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Menurutnya, saat ini
sejumlah proses krusial masih terus dikebut oleh Dinas Kesehatan Berau,
terutama terkait penyesuaian sistem layanan dengan BPJS Kesehatan serta
penyelesaian izin operasional dari pemerintah pusat.
“Kita berharap sekali
ini bisa dibantu gubernur sama Kementerian Kesehatan,” ujar Gamalis.
Ia menegaskan,
percepatan operasional RSUD Tanjung Redeb membutuhkan dukungan nyata dari
berbagai pihak, terutama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian
Kesehatan, agar seluruh tahapan birokrasi dapat berjalan lebih efisien tanpa
hambatan yang memperlambat pelayanan publik.
Dorongan percepatan
pembangunan dan operasional RSUD Tanjung Redeb semakin kuat setelah Gubernur
Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan langsung ke lokasi rumah
sakit tersebut beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan itu,
pemerintah provinsi disebut menyatakan komitmen untuk membantu penguatan
fasilitas kesehatan melalui dukungan anggaran. Hal ini menjadi angin segar bagi
Pemkab Berau yang selama ini menghadapi keterbatasan fiskal dalam menyelesaikan
seluruh kebutuhan rumah sakit.
Bagi Pemkab Berau,
dukungan tersebut dinilai sangat strategis, terutama untuk melengkapi sarana
dan prasarana medis yang dibutuhkan agar rumah sakit dapat segera beroperasi
secara optimal.
“Kalau kita
sendirian, akan sulit menyelesaikan itu,” kata Gamalis.
Dengan skema
kolaborasi antara pemerintah daerah, Provinsi, dan pusat, Pemkab Berau
menyatakan optimisme bahwa RSUD Tanjung Redeb dapat mulai difungsikan pada
tahun ini. Namun demikian, target tersebut tetap bergantung pada kelancaran
proses administratif, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.
Gamalis menekankan
pentingnya membuka seluruh jalur birokrasi agar tidak ada hambatan yang
memperlambat proses pengoperasian fasilitas kesehatan tersebut. “Harus
kolaborasi, tentu kita optimis,” tegasnya.
Lebih dari sekadar
proyek infrastruktur kesehatan, RSUD Tanjung Redeb diproyeksikan menjadi solusi
atas persoalan panjang layanan rujukan medis yang selama ini dihadapi
masyarakat Berau. Selama ini, pasien dengan kondisi tertentu harus menempuh
perjalanan jauh menuju RSUD dr Abdul Wahab Sjahranie (AWS) di Samarinda untuk
mendapatkan penanganan lanjutan. Kondisi tersebut tidak jarang menjadi
tantangan besar, terutama dalam kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan
penanganan cepat.
Dengan hadirnya RSUD
Tanjung Redeb, pemerintah berharap rantai rujukan dapat dipangkas, waktu
penanganan pasien menjadi lebih singkat, dan akses layanan kesehatan masyarakat
di wilayah utara Kalimantan Timur semakin merata.
Jika seluruh proses
berjalan sesuai rencana, rumah sakit ini diharapkan menjadi tonggak baru
peningkatan layanan kesehatan di Berau, sekaligus mengurangi ketergantungan
masyarakat pada fasilitas kesehatan di luar daerah. (sep/FN/Advertorial)